Pratama

Monday, January 7, 2013

PKn dan Seni, itu Bisa !



          Pancasila dan Undang-undang Dasar, itu stigma yang menempel dipikiran hampir semua orang saat mendengar PKn. Pendidikan Kewarganegaraan adalah pembelarajan Nilai dan Moral yang hanya dianggap sebuah hafalan, sehingga kebanyakan orang mengganggap ini adalah pelajaran yang tidak penting.
          Itu adalah realitas sekarang, padahal pada hakikatnya PKn adalah pembelajaran afektif dan psikomotor, yang tidak hanya mengajarkan kognitif siswa saja. Apa atau siapa yang salah, sampai-sampai siswa maupun orang tua, sering kali menyepelekan pelajaran yang sebenarnya menjadi jantung pendidikan ini? Tak perlu dijawab, karena tinggal bagaimana kita menyikapinya sekarang, sulit untuk merubah paradigma yang sudah melekat dimasyarakat, tapi kita bisa memperbaiki keadaan sehingga pada akhirnya paradigma masyarakat akan berubah seiring berjalannya waktu.
          Cara apa yang harus kita lakukan agar Pendidikan Kewarganegaraan mampu menjadi pelajaran yang sesuai dengan hakikatnya. Bukan lagi sistem yang harus diperbaiki, tapi bagaimana para pendidik mampu kreatif mengeksplorasi mata pelajaran yang dianggap menjemukan ini, menjadi punya daya tarik dan memiliki makna didalamnya.
          Seni adalah jawabannya. Salah bila banyak yang berpikir PKn itu jauh dari Seni, karena kenyataannya sangat dekat. PKn itu tidak sekedar hafalan karena ada nilai dan moral didalamnya, dalam hal ini rasa dan karsa lah yang bicara, begitu juga Seni yang menjunjung tinggi rasa dan karsa, sehingga keduanya berkaitan begitu dekat, hanya tidak semua orang mengetahuinya.
          Tapi bukan berarti PKn harus mengajarkan cara bernyanyi, menari, atau menggambar, tapi bagaimana kita berkesenian dalam membelajarkan PKn, misalnya kita buka dengan lagu Garuda Pancasila, setelah itu baru kita jelaskan makna-makna dalam setiap sila dalam Pancasila, tidak hanya itu kita bisa melakukan metode pembelaran lain.
          Prof. Dasim Budimansyah M.Si. salah seorang dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang juga menjadi ketua Jurusan program Pendidikan Umum Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia, memberikan terobosan dalam pembelajaran PKn lewat Project Citizen, dimana siswa membuat portofolio dengan melakukan pencarian data, penelitian, dan penyimpulan, serta melakukan showcase dari portofolio yang dibuat, dengan metode ini semua siswa bisa mengembangkan potensinya, yang bisa mewawancara akan mewawancara, yang suka membuat kreasi seni bisa berkreasi, sehingga menciptakan suasana kelas PKn yang bergerak. Pembelajaran seperti ini membuat siswa tertarik, Karena tidak hanya mendengarkan ceramah dari guru, tapi juga turun langsung untuk memberikan analisis, saran dan gagasan untuk menjadi solusi terhadap tema kontemporer yang diambil.
          Seni sangat bisa diterapkan dalam pembelajaran PKn. Dedi, seorang seniman yang juga guru asal Sumedang, mengemukakan kalau Seni bisa masuk semua pelajaran, bahkan eksak sekalipun. Guru harus kreatif, jangan hanya terpaku pada buku dan LKS, karena itu akan membuat suasana kelas tidak menarik dan menjadi pembodohan terhadap murid, meskipun siswa bisa mengerjakan semua, siswa tetap tidak akan punya daya saing hingga akhirnya siswa tidak bisa berkembang meskipun punya pengetahuan yang luas. “Metodologi dan aspek perangkat lain harusnya menjadi pendukung dalam pembelajaran. Da sakaterang abdi mah kitu nya, salami urang kajebak ku LKS, maka pemikiran urang teh tos di set (Kalau sepengetahuan saya begitu ya, selama kita terjebak oleh LKS maka pemikiran kita itu sudah di set) oleh satu bentuk LKS yang tidak mengundang kreatifitas.” Tutur seniman gamelan tersebut.
          Dedi pun mengutarakan bahwa sebaiknya hindari pembelajaran textbook atau hafalan “Saya ingat waktu itu dosen saya mengatakan bahwa kalau text book atau hafalan itu hanya menggiring saraf reptil pada otak manusia, semakin itu dirangsang, semakin berpengaruh seperti reptil, makanya seperti kekerasan, itu akibat saraf reptilnya terkena, jadi kita jiwa-jiwa hewaninya yang muncul. Yang sekarang saya lakukan bagaimana untuk jujur, lepaskan beban itu, sekarang kamu salurkan dalam bentuk kerajinan tangan, dalam berkesenian, sejenak kamu lepaskan tekanan-tekanan. Jujur sajalah, padahal dari situ juga sudah ada proses belajar”, jelas yang dikatakan bahwa sebenarnya tidak baik bila pengajar menyuruh siswanya untuk menghafalkan satu bahasan sampai dia fasih, karena itu tidak akan membuat siswa cerdas, hanya akan membuat siswa pintar menghafal, tapi tidak tahu esensi didalamnya.
          Kembangkanlah PKn dengan seni-seni didalamnya, karena ada 4 pembelajaran untuk penghalusan jiwa Agama dan PKn yang menjadi jiwa, Seni dan Bahasa yang akan bergerak sesuai jiwa. Dengan pembelajaran PKn yang atraktif dan interaktif akan membuat siswa tertarik untuk belajar dan memahami makna-makna didalamnya, saat itu sudah tertanam, bersiaplah untuk Indonesia yang lebih baik yang beragama, memiliki nilai dan moral serta mencintai keindahan.
          AIR, kami Alam, Intan dan Rian yang merupakan calon pendidik PKn akan berusaha menerapkan 3 aspek penting yang menjadi pegangan kami yaitu Agama yang membuat hidup lebih terarah, Ilmu Pengetahuan yang memuat hidup lebih mudah dan Seni yang membuat hidup lebih indah. Dengan seperti itu kami akan berusaha membuat PKn yang lebih bermakna dari sekedar hafalan, Semoga kami mampu !

Hukum Positif dan Negatif.

http://www.catatankimia.com/wp-content/uploads/positif-negatif1-300x300.jpg
http://www.catatankimia.com


"Terus memendam amarah sama seperti menggenggam bara panas untuk dilontarkan kepada seseorang, Andalah yang akan terbakar"
-Sidharta Gautama.
            Dalam hidup yang selalu berjalan, adalah suatu hal yang wajar bila ada peristiwa atau kejadian yang membuat kita marah dan kecewa. Dinilah kekuatan hati kita diuji, cepat kendalikan emosi kita, jangan biarkan perasaan-perasaan negatif seperti marah, dendam, iri, dengki, kesal atau sekedar kecewa kepada orang lain bercokol lam dalam hati kita. Cepat lepaskan perasaan negatif itu dan pikirkan hal-hal positif, sehingga hati kita akan lebih tenang dan apapun yang kita lakukan akan berdampak lebih positif. Bila kita terus berpikir negative, itu akan menyebabkan hokum tarik menarik, sehingga membuat kita menerima apa yang kita berikan.
            Bila kita merasa kesal atau kecewa kepada siapapun entah itu pasangan, kawan atau rekan kerja, lalu kita menyalahkan mereka maka kita akan mendapatkan kembali keadaan yang kita persalahkan itu, Ikhlaskanlah, Maafkanlah, dengan seperti itu hati akan lebih lega dan tenang dalam menjalani hidup, lebih focks pada tujuan hidup tanpa terbebani berbagai penyakit hati yang hanya akan membelenggu kita dalam melakukan sesuatu.
            Kita berusaha menanggapi segala sesuatu dengan positif, karena hokum ketertariakn memang berlaku, saat kita berpikir negatif, maka keadaan negatiflah yang akan muncul, tapi saat kita berpikir postif, maka keadaan psoitif pula lah yang akan muncul, sehingga senantiasa lah berpikirt positif, untuk membuat kita selalu bahagia.
            Tersenyum kepada banyak orang akan membuat kita l;ebih menikmati dan mensyukuri hidup, tapi saat kita selalu murung, kita hanya akan merasakan kelamnya dunia, tanpa ada hal yang bisa membuat kita mensyukuri nikmat yang telah Tuhan beriakan kepada kita secara berlimpah.
"Jika saya mengikhlaskan diri saya, saya menjadi yang saya inginkan. Jika saya mengikhlaskan yang saya punya, saya akan menerima apa yang saya butuhkan"
Tao Te Ching
Semoga Tuhan mengaruniai sabar  yang tak terbatas dan ikhlas yang  tak bertepi untuk kita semua, sehingga  apapun rintangan dan cobaan yang dilalui  akan terasa lebih ringan.

Thursday, October 27, 2011

Francesco Totti, Gladiator Roma Penerus Julius Caesar




Julius Caesar, penguasa diktator Kerajaan Roma, hanya berkuasa selama lima tahun. Ia memulai kekuasaannya atas kerajaan terkuat ini pada tahun 49 sebelum masehi dan hanya sempat dipuja sesaat sebelum ia terbunuh pada 44 sebelum masehi.
Francesco Totti, yang lebih dipuja warga Roma daripada Caesar, telah membela kotanya selama 18 tahun dan tetap perkasa hingga kini.
Ketika Caesar dibunuh oleh orang di sekelilingnya yang takut akan pengaruhnya, rakyat jelata mengamuk. Mereka mengenang jasa penguasa itu dan tidak akan memaafkan apa yang telah kerajaan lakukan pada pujaan mereka.
Orang-orang tersebut kini mendukung Totti. Kecintaan mereka pada Totti yang telah membuktikan pengabdiannya pada Roma tidak terhalang performa Totti yang menurun akhir-akhir ini.
Totti yang dijuluki warga setempat Er Pupone – sang Kaisar – penampilannya menurun seiring performa Roma yang juga turun pada musim ini. Laga derby beberapa waktu lalu diperkirakan akan menjadi penanda berakhirnya dominasi Totti di kota Roma. Banyak orang menilai kegarangan Totti yang mampu mengalahkan apa saja di depannya akan termakan usianya.
Sementara itu, seteru Roma, Lazio, telah bersiap untuk 'menghabisi' Totti pada laga derby sekaligus mengakhiri kisah kepahlawanannya sebagai titisan gladiator Roma.
Namun seperti para kesatria pendahulunya, Totti mampu bangkit. Pada pertandingan bertensi tinggi ini hasil akhir pertandingan ditentukan dengan dua gol kapten Roma berusia 34 tahun ini – pertama lewat tendangan bebasnya, kedua lewat eksekusi penaltinya pada injury-time.
Sementara Lazio yang lagi-lagi ditumbangkan musuh bebuyutan mereka, justru kehilangan dua pemain akibat kartu merah.
"Ini merupakan laga derby impian saya, yang telah saya inginkan sejak lama," ungkap Totti. "Apalagi memenangkan laga derby dengan dua gol saya sungguh luar biasa." kata Totti usai pertandingan bergengsi itu.
"Saya tidak mudah menyerah. Orang boleh berkomentar sesuka mereka, namun saya akan terus berusaha. Mengalahkan Lazio selalu menyenangkan, jadi mengakhiri laga dengan dua gol menggandakan kebahagiaan saya."
Totti memang akhir-akhir ini jarang menunjukkan performanya seperti pada pertandingan ini. Fakta bahwa Totti lebih sering di bangku cadangkan memang tertutupi euforia kemenangan Roma atas Lazio.
Totti seakan terlahir lagi dengan hasil kemenangan atas Lazio, ia kemudian tancap gas pada akhir pekan untuk mencetak golnya yang ke 200 dan 201 saat menghadapi Fiorentina, dan menjadi pemain ke-6 dalam sejarah yang berhasil mencapai rekor ini.
Sebelumnya beberapa pemain telah mencapai lebih dari 200 gol seperti Roberto Baggio pada 2005, jauh sebelumnya Jose Alfafini (216), Giuseppe Meazza (216), Gunnar Nordahl (225) dan Silvio Piola (274).
Caesar telah menjadi sejarah sebagai seorang pemimpin pujaan, meski kepemimpinannya harus berakhir dengan tragis. 2000 tahun setelahnya di kota yang sama muncul seorang pahlawan yang layak disejajarkan sebagai Kaisar Roma. Seandainya Caesar masih hidup tentu ia akan mengacungkan jempol pada legenda baru Roma, Francesco Totti.
http://www.bola.netsumber :